Showing posts with label Propagasi. Show all posts
Showing posts with label Propagasi. Show all posts

Tuesday, February 26, 2019

[MATERI] Fading dalam Komunikasi Seluler

February 26, 2019 4 Comments
Pada umumnya, sinyal yang diterima user adalah jumlah dari sinyal langsung dan sinyal terpantul dari berbagai obyek.  Pada komunikasi mobile, refleksi, defraksi, maupun scattering akan disebabkan oleh :
  • Permukaan tanah
  • Bangunan-bangunan
  • Obyek bergerak berupa kendaraan
Sinyal yang diterima oleh user merupakan penggabungan dari beberapa model propagasi (multipath), sehingga sinyal yang dibangkitkan merupakan penjumlahan dari sinyal yang mengalami redaman, pergeseran phasa dan time delayed dari sinyal yang ditransmisikan
1. Free Space Loss
Diasumsikan terdapat satu sinyal langsung (LOS)
2. Reflection
Terdapat sinyal tak langsung yang datang ke receiver setelah mengalami pantulan terhadap objek. Mungkin terdapat banyak pantulan yang berkontribusi terhadap besarnya delay.
3. Diffraction
Propagasi melewati objek yang cukup besar. Seolah-olah menghasilkan sumber sekunder, seperti puncak bukit
4. Scattering
Propagasi melewati object yang kecil dan/atau kasar yang menyebabkan banyak pantulan untuk arah-arah yang berbeda.


FADING adalah fenomena fluktuasi daya sinyal terima akibat adanya proses propagasi dari gelombang radio. Fading terjadi karena interferensi atau superposisi gelombang mutipath yang memiliki amplitudo dan fasa yang berbeda-beda. Pengaruh Fading terhadap level sinyal terima adalah dapat meguatkan ataupun melemahkan tergantung phasa dari sinyal resultan masing-masing path.

JENIS-JENIS FADING :
1. Large Scale Fading. Ia disebabkan oleh keberadaan obyek-obyek pemantul serta penghalang pada kanal propagasi serta pengaruh kontur bumi, menghasilkan perubahan sinyal dalam hal energi, fasa, serta delay waktu yang bersifat random. Sesuai namanya, large scale fading  memberikan representasi rata-rata daya sinyal terima  dalam suatu daerah yang luas.
Statistik dari large scale fading  memberikan  cara perhitungan  untuk estimasi pathloss sebagai fungsi jarak.

2. Small Scale Fading. Small scale fading atau sering disebut juga sebagai multipath fading, dihasilkan oleh dua macam mekanisme, yaitu :
a) Time Spreading Sinyal > sebagai akibat dari multipath
b) Time varying channel  > disebabkan oleh pergerakan


[MATERI] Propagasi Gelombang Radio

February 26, 2019 0 Comments

Tujuan memodelkan kanal propagasi :
  1. Keperluan pemilihan algoritma sistem komunikasi yang tepat (Algoritma DSP, RF device, dsb)
  2. Penelitian kinerja siskom pada tahapan simulasi
  3. Keperluan perencanaan system komunikasi

Mode gelombang ketika merambat di udara adalah mode TEM (Transverse Electromagnetic) yang berarti arah vektor medan listrik  tegak lurus dengan arah vektor medan magnet, dan keduanya tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang.
Redaman propagasi merupakan selisih rata-rata antara daya kirim dan daya terima dan berkaitan dengan perambatan gelombang elektromagnetik di udara.

Pemodelan kanal propagasi bergantung pada :
1. ‘Benda-benda’ diantara pengirim dan penerima
Obstacle / penghalang, bentuk obstacle (runcing/landai), ion-ion, atau partikel-partikel.
2. Frekuensi gelombang  EM  dan bandwidth informasi yang dikirimkan
Frekuensi dan bandwidth informasi mempengaruhi ‘perlakuan’ kanal propagasi  terhadap  sinyal yang dikirimkan.
3. Gerakan pengirim dan/atau penerima
Pengaruh Efek Doppler  terhadap penerimaan

Karakteristik kanal propagasi akan meliputi 2 hal, yaitu :
1. Redaman propagasi   : Selisih (rata-rata) antara daya  pancar dan daya terima
2. Fading    : Fluktuasi daya di penerima

KLASIFIKASI DAERAH :
1. Daerah dense urban : Daerah pusat kota metropolis dengan gedung bertingkat dengan tinggi rata-rata lebih dari 5 tingkat dan lebar jalan lebih dari 15 m. Tingkat kepadatan bangunan >35%
2. Daerah urban : Daerah kota menengah dengan gedung-gedung yang rapat dan tinggi. Bangunan di daerah ini pada umumnya memiliki ketinggian di atas 3 meter. Tingkat kepadatan bangunan 8-35%
3. Daerah suburban : Daerah yang ditandai  dengan jumlah bangunan yang mulai padat  dengan ketinggian rata-rata di bawah 3m. Biasanya ditemui pada pinggiran kota maupun kota- kota kecil. Tingkat kepadatan bangunan 3-8%
4. Daerah rural : Daerah ditandai dengan jumlah bangunan yang sedikit dan jarang, alam terbuka yang biasa ditemui di daerah pedesaan. Tingkat kepadatan bangunan <3%