Showing posts with label LTE. Show all posts
Showing posts with label LTE. Show all posts

Monday, April 8, 2019

Spesifikasi LTE

April 08, 2019 0 Comments

Berdasarkan tabel di atas, teknologi LTE diunggulkan oleh beberapa poin. Dengan bandwidth yang fleksibel hingga 20 Mhz dan mempunyai 100 resource block, maka throughput yang dihasilkan dapat maksimal. Teknologi LTE menggunakan air interface yang berbeda, yaitu OFDMA di sisi downlink dan SCFDMA pada sisi uplink. Sisi lain yang menunjukan bahwa LTE lebih unggul daripada teknologi sebelumnya adalah penggabungan 2 teknik duplexing yang berbeda, yaitu FDD (Frequency Division Duplex) dan TDD (Time Division Duplex). 

Pada mode FDD, komunikasi downlink dan uplink memakai frekuensi yang berbeda. Sedangkan mode TDD, keduanya memiliki kesamaan frekuensi namun waktunya yang berbeda. Penggunaan teknik modulasi hingga 64-QAM, mampu membuat LTE dapat meningkatkan performansi user baik pada sisi uplink maupun downlink.

Arsitektur LTE

April 08, 2019 0 Comments

Berikut elemen-elemen yang terdapat dalam arsitektur jaringan LTE:

1.    UE (User Equipment)
Fungsi dari UE ini secara umum adalah untuk modulasi/demodulasi, sebagai transmitter dan untuk autentikasi di sisi pengguna. Perangkat UE terdiri dari USIM dan TE (Terminal Equipment), dengan memiliki kemampuan untuk komunikasi berbasis CS (Circuit Switch) maupun PS (Packet Switch), UE LTE sudah mendukung penggunaan MIMO downlink yang jumlahnya tergantung dari masing-masing kategori atau yang mendukung.

2.    E-UTRAN (Evolved UMTS Terrestrial Radio Access Network)
E-UTRAN merupakan upgrade dari UTRAN yang terdapat pada arsitektur UMTS. Pada E-UTRAN, terdapat perangkat eNode B (evolved Node B). E-Node B memiliki fungsi sebagai transceiver, bertanggung jawab mengontrol semua yang berhubungan radio resource untuk satu atau beberapa sel, serta dapat mengontrol handover.

3.    EPC
a.    Mobility Management Entity (MME)
MME merupakan pengontrol setiap node pada jaringan akses LTE. Pada saat UE dalam kondisi idle, MME bertanggung jawab dalam melakukan prosedur tracking dan paging yang di dalamnya mencakup retransmission. MME juga berfungsi untuk mengautentikasi UE, memilih P-GW atau S-GW untuk menghubung ke teknologi lain 3GPP/3GPP2, mengatur connection, mengatur bearer dan signaling antara UE dan core network.
b.    Serving Gateway (SGW)
SGW berfungsi untuk packet routing dengan menentukan jalur dan meneruskan data yang berupa paket dari setiap user,  menghubungkan UE dengan eNodeB pada waktu terjadi interhandover, dan menghubungkan teknologi LTE dengan teknologi 3GPP lainnya.
c.    Home Subscriber Server (HSS)
HSS berfungsi untuk menyimpan informasi/data-data pelanggan untuk subscriber management dan security.
d.    Packet Data Network Gateway (P-GW)
PGW memiliki fungsi pengalokasian IP addresss ke user atau menyediakan hubungan bagi user ke jaringan paket serta manajemen QoS. PGW merupakan pusat link untuk hubungan antara teknologi LTE dengan teknologi non 3GPP seperti WiMAX, dan 3GPP2.
e.    Policy and Charging Rules (PCRF)
PCRF berfungsi untuk mengontrol routing dan charging untuk perhitungan billng user, serta membuat keputusan dalam mengontrol QoS pada saat terjadinya hubungan.


Sumber :
Putra, Ikha Daniar Kurnia, dkk. 2017. 4G LTE Avanced for Beginner & Consultant. Depok : Prandia Self Publishing.

Apa Itu LTE?

April 08, 2019 0 Comments
Long Term Evolution (LTE) adalah teknologi wireless generasi ke-4 yang merupakan perkembangan dari teknologi sebelumnya yaitu 2G (GSM) dan 3G (UMTS) yang dapat memberikan layanan IP-based voice, data and streaming multimedia dengan kecepatan dan Quality of Experience (QoE) / Quality of Service (QoS) yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi 3G. Menurut standar, LTE dapat memberikan kecepatan uplink hingga 75 Mbps dan kecepatan downlink hingga 100 Mbps 
Air interface pada LTE menggunakan teknologi OFDMA pada sisi downlink dan menggunakan SC-FDMA pada sisi uplink. Jika ditinjau dari sisi penggunaan antena, LTE mendukung penggunakan antenna MIMO (Multiple Input Multiple Output). Penggunaan carrier pada LTE fleksibel dari 1,4 sampai 20 MHz, dan lebih maksimal bekerja pada kisaran bandwidth bervariasi antara 10 – 20 MHz. Dengan bandwidth yang fleksibel, sehingga diharapkan dapat menempati slot kanal kosong pada alokasi frekuensi teknologi lain

Sumber :

1. Mulyawati, Anizsah, M. Rahmat M., Putu Nopa G., Lora Gala P. 2013. Teknologi Jaringan Akses LTE (Long Term Evolution). Makassar : Universitas Hasanuddin
2. Sesia, Stefania, dkk. 2011. LTE – The UMTS Long Term Evolution : From Theory to Practice, 2nd Edition. Chichester, West Sussex : WILEY.

Sunday, March 10, 2019

[MATERI] Parameter RF LTE (RSRP, SINR, RSSI, RSRQ, CQI)

March 10, 2019 3 Comments

Pict Source : https://www.geotab.com/
Beikut beberapa parameter Radio yang umum untuk mengukur kualitas jaringan LTE (Long Term Evolution)

1. RSRP
RSRP (Received Signal Reference Power) merupakan parameter yang menyatakan tingkat kekuatan sinyal yang diterima oleh user dalam satuan dBm. Nilainya bergantung jarak user dengan eNodeB. Semakin jauh maka semakin lemah, begitu juga dengan sebaliknya. Pada teknologi GSM (2G) RSRP disebut juga RxLev, sedangkan pada UMTS (3G) disebut juga RSCP.

2. SINR
SINR (Signal to Interference and Noise Ratio) merupakan parameter yang menyatakan tingkat kualitas sinyal yang diterima oleh user dalam satuan dB.  SINR merupakan perbandingan kekuatan sinyal terima dengan derau/interferensi.

3. RSSI
RSSI (Received Signal Strength Indicator) merupakan parameter yang menyatakan keseluruhan daya sinyal yang diterima oleh user dalam satuan dBm.

4. RSRQ
RSRQ (Received Signal Reference Quality) merupakan perbandingan antara RSRP dan RSSI.

5. CQI
CQI (Channel Quality Indicator) merupakan parameter yang menyatakan kualitas kanal downlink. CQI diukur dalam keadaan dedicated atau saat user mengunduh data dalam satuan dBm.